animasi





tinggal ketik untuk mencari data

Minggu, 24 November 2013

Gerakan Reformasi di Eropa Barat dan Pertumbuhan Kapitalisme


Tumbuh dan berkembangannya apa yang di dalam konteks hubungan internasional disebut sebagai masyarakat internasional juga berawal dari Eropa. Masyarakat internasional yang dimaksud disini adalah masyarakat yang anggotanya terdiri dari negara-negara. Secara yuridis formal titik awal lahirnya masyarakat internasional yang juga merupakan titik awal masyarakat internasional yang juga merupakan titik awal lahirnya negara nasional adalah saat ditandatanganinya Perjanjian West Phalia pada tahun 1648. dalam konteks hubungan internasional perjanjian west phalia mempunyai peran sebagai berikut :
1)      mengakhiri kekuasaan imperium Romawi atas negara-negara di Eropa. Negara-negara yang sebelumnya menjadi bagian imperium kerajaan Romawi lebih dari tiga ratus negara dengan resmi menyatakan diri memiliki hak untuk mengadakan persekutuan dengan negara lain. Dengan demikian, bekas negara jajahan imperium Romawi ini menjadi meningkat kedudukannya sebagai pribadi internasional yang memiliki kekuasaan tertinggi atas wilayahnya (supremasi territorial);
2)      sebagai dampak dari lepasnya mereka dari kekuasaan imperium Romawi, hubungan antar negara mulai dilepaskan dari pengaruh gereja 

3)      meletakkan dasar-dasar eksistensi masyarakat internasional, yaitu bahwa ;
(a) setiap negara di dalam batas-batas wilayahnya mempunyai kekuasaan ekslusif  (supremasi territorial);
(b) tidak ada lagi kekuasaan yang bersifat supranasional yang bisa memaksakan kehendaknya kepada negara. Ketika negara-negara itu baru lahir, hubungan antara anggota masyarakat di dalam negara ataupun hubungan antar negara masih didominasi oleh pengaruh hukum gereja yang telah berlaku selama berabad-abad. System perekonomian yang hidup dalam masyarakatnya merupakan system ekonomi berkala kecil, yang masyarakatnya merupakan masyarakat tradisional yang bersfiat siklis, dimana kehidupan sosial ekonominya berputar-putar pada lokasi setempat. 
Dalam prakteknya, paham kapitalisme telah mendorong dan mengharuskan adanya ekspansi ke luar dalam bentuk penguasaan pasar, sumber pasokan bahan baku dan tenaga kerja semurah mungkin. Perebutan dan penguasaan pasar, sumber pasokan bahan baku dan tenaga kerja pada hakekatnya bertujuan untuk menjamin keberlangsungan penumpukan modal negara asalnya. Proses inilah yang kemudian melahirkan sejarah penaklukan (imperialisme) dan penjajahan (kolonialisme). 

Era imperialisme dan kapitalisme berlangsung pada abad ke-18 dan ke-19 tetapi pada pertengahan abad ke-20 praktek imperealisme dan kolonialisme secara fisik sudah relatif hilang, karena setelah Perang Dunia Kedua, mulailah negara-negara jajahan membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Mulai pertengahan abad ke-20 secara perlahan tapi pasti muncullah imperialisme bentuk baru yang dikenal dengan sebutan neo-liberalisme. Berbeda dengan imperialisme lama, dalam bentuknya yang baru kekuatan militer bukan menjadi andalan utama dalam penaklukan negara bekas jajahan pasca kolonial. Kekuatan yang menjadi andalan utama sekarang adalah daya saing dalam sebuah system yang mengunggulkan perdagangan bebas.