animasi





tinggal ketik untuk mencari data

Selasa, 17 Desember 2013

Perang Boer ke II (1899-1902)


Pada masa permulaan perang kebanyakan orang-orang Uitlanders meninggalkan kota sehingga jalannya perusahaan pertambangan mereka manjadi terhenti. Juga mereka mengharapkan bantuan dari Negara-negara Eropa, terdapat semangat pro-Boer dan semangat ini makin menjadi kuat sesudah bangsa Boer dan semangat ini makin menjadi kuat sesudah bangsa Boer mendapat kemenangan-kemangan namun tiada dari Negara-negara tersebut yang mengulurkan bantuannya.
Waktu perang Boer dimulai, Kaisar Jerman sedang mengunjungi Inggris kunjungan yang pertama sesudah telegram Kruger yang nampaknya ada gejala-gejala untuk saling mendekati di antara kedua Negara tersebut. Bangsa Boer menghadapi lawannya berdasar kekuatan sendiri. Mereka mengepung tentara Inggris di Mafeking, Kimberley dan Ladysmith di Natal. Pengepungan itu masing-masing dipimpin oleh Jenderal Cronje, Wessels dan Joubert.
Jenderal Methuen mencoba merebut kembali Kimberley dan panglima besar Lord Redvers Buller sendiri mencoba membebaskan Jenderal White di Ladysmith. Akan tetapi mereka ini semua dikalahkan oleh bangsa Boer di Sungai Modder, Magersfontein dan Colenso. Untuk kedua kalinya bangsa Boer mendapatkan kemenangan.
Kemudian kabinet Inggris mengirimkan Lord Roberts sebagai panglima besar angkatan perang di Afrika Selatan, Lord Roberts adalah jenderal yang terkenal. Selama Januari 1900, Lord Roberts bersama 50.000 tentaranya mencapai Kimberley dan berhasil merebut kembali kota tersebut. Orang-orang Boer mengundurkan diri ke utara dan membentuk kekuatan lagi dibawah pimpinan Jenderal Cronje. Roberts mengirimkan kavalerinya dan memotong hubungan Cronje dengan Bloemfontein. Akhirnya Cronje dan seluruh tentaranya menyerah kepada Inggris pada Februari di Paardeberg.
Di Natal kaun Afrikander juga mendapat kesukaran-kesukaran. Di sini Inggris mengharapkan kemenangan-kemenangan dan kemudian melakukan serangan langsung ke Transvaal. Seseorang pemimpin baru di kalangan Boer muncul. Jenderal joubert diganti oleh Jenderal Botha, tetapi ia tidak dapat mencapai kemajuan yang memuaskan. Sesudah mengalami kesulitan-kesulitan, ia mendapat kesempatan untuk maju dengan tanda rintangan dan pada bulan Mei berhasil mencapai Johannesburg, sebulan kemudian Pretoria, ibu kota Transvaal diduduki. Sesudah melakukan pertempuran sengit melawan Jenderal Botha di sekitar Diamond hill. Kemudian Mafeking menyusul direbut pada bulan Mei. Jenderal Prinsioo dari Orange Free State menyerah kalah di sebelah timur laut Bloemfontein. Tentara Inggris menguasai seluruh jalan kereta api yang menghubungkan Pretoria dan Lautan Hindia.
Sesudah menguasai Pretoria, Lord Roberts mengumumkan aneksasi inggris terhadap Transvaal dan Orange Free State. Kemudian ia menganggap bahwa perang telah selesai. Tugasnya sekarang ialah mengamankan Afrika Selatan dan mengaturndaerah-daerah yang diduduki. Akan tetapi sesungguhnya perang itu belum selesai. Orang Boer meneruskan berperang dengan menggunakan taktik gerliya, yang ternyata mereka sangat cakap melakukannya. Dengan cara bergerliya ini bangsa Boer dapat bertahan selama dua tahun. Presiden Steyn dari Orange Free State tetap tinggal di Afrika Selatan membantu rakyatnya dalam melakukan perjuangan melawan Inggris. Pada Maret 1902 Jenderal Meuthen dengan tidak disangka-sangka diserang oleh tentara Dela Ray, 180 mill dari Pretoria dan dipaksa menyerah bersama seluruh tentaranya.
Pada tahun itu juga (1902) jenderal-kenderal Boer menyetujui perundingan perdamaian di Pretoria yang kemudian menghasilkan perjanjian Vereenigig. Ketentuan perjanjian itu ialah:
1.      Republic-republik Transvaal dan Orange Free State dianeksasikan pada British Empire
2.      Orang-orang Boer menjadi warga Inggris. Mereka diberi janji akan mendapat uang guna membangun             kembali perkampungan mereka
3.      Pemerintahan sendiri akan diberikan secepat-cepatnya
4.      Bahasa Belanda dan Inggris diberikan di sekolah-sekolah dan dipakai di lapangan pengadilan.


Kemudian pada 1909 berdasarkan act of Union, daerah-daerah yang dikuasai Inggris di Afrika Selatan yaitu Cape Colony, Natal, Orange Free State dan Transvaal, di beri pemerintahan sendiri dan semua daerah tergabungkan dalam Uni Afrika Selatan.